Showing posts with label Aceh. Show all posts
Showing posts with label Aceh. Show all posts

Tuesday, 27 January 2015

Melihat Panorama Banda Aceh dari Puncak Glee Geunteng

Foto:Acehkita.com
PERNAHKAH Anda menikmati pemandangan Kota Banda Aceh dari atas pebukitan? Melihat Banda Aceh ditaburi kemilau cahaya di malam hari? Keindahan panorama itu bisa Anda saksikan dari atas perbukitan (glee) Geunteng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.
Dari atas bukit ini, Anda bisa menemukan wajah Banda Aceh yang dipenuhi cahaya lampu pada malam hari. Atau melihat taburan perumahan beragam ukuran berada di bibir pantai, yang satu dekade lalu musnah disapu gelombang tsunami.
Glee Geunteng, sebuah gunung yang terletak di kecamatan Peukan Bada, kabupaten Aceh Besar. Kabupaten yang bertetangga dekat dengan Banda Aceh ini menyimpan sebuah gunung yang sangat menawan. Keberadaannya pun cukup mudah untuk didatangi. Tidak begitu jauh dari kota Banda Aceh, lebih kurang 5 Kilometer dari pusat kota.
Geunteng, dalam bahasa Aceh memiliki arti curam. Sedangkan Glee memiliki arti gunung. Jadi Glee Geunteng adalah sebuah gunung yang curam.
Jalan satu-satunya untuk menuju ke punjak Glee Geunteng hanya bisa ditembus melalui Gampong (kampung) Lamgeu Eu. Keberadaan Gampong Lamgeu Ue ini hanya terpaut beberapa meter dengan Ajun, sebuah daerah yang sudah cukup terkenal di Banda Aceh.
Melalui jalan Gampong Lamgeu Eu itulah, satu-satunya akses menuju punjak Glee Geunteng yang menyuguhkan keindahan wajah kota Banda Aceh dari ketinggian.
Sore itu, saya dan tiga orang teman bersepakat mendaki Glee Geunteng. Berbekal sebuah senter, beberapa botol air minum, dan makanan seadanya, kami putuskan untuk menjelajahi Glee Geunteng. Dari kesiapan serta logistik yang kami bawa untuk tracking, memang tidak menandakan kami akan menginap. Perjalanan itu kami lakukan hanya untuk menghalau sedikit kejenuhan saja.
Matahari kian bergeser menuju ufuk barat. Jam ditangan sudah menunjukkan pukul 5 sore saat kami tiba di Gampong Lamgeu Eu.
Setiba di sana, kami memakirkan sepeda motor tepat di bawah kaki gunung yang diselimuti oleh semak-semak liar. Tidak jauh beberapa meter dari tempat kami memarkirkan motor, terlihat ada aktifitas penambangan galian C. Beberapa orang pekerja tambang dan mobil truk pengangkut material tambang tampak ada di sana.
Warna orange berkilauan, ciri khas dari sesuatu yang bernama senja, terus merona dilangit kota Banda Aceh. Wajah langit kota sore itu ikut menambah semangat kami untuk secepatnya mendaki agar tidak terlewatkan moment senja dan detik-detik cahaya lampu menerangi seisi kota.
Setelah melihat sejenak akitivitas penambangan galian C tersebut, kami mulai menelusuri jalan menuju puncak Glee Geunteng.
Di sepanjang perjalanan mendaki, pemandangan hamparan padang ilalang dan pohon-pohon besar yang masih rindang membuat mata berdecak kagum. Udara khas pegunungan yang sejuk, dan sinar matahari yang berkilauan di sela-sela pohon, menambah keindahan perjalanan kami sore itu.
Keringat mengucur membasahi tubuh. kerongkongan mulai terasa kering. beberapa kali kami sempat berhenti untuk mengumpulkan tenaga. Walaupun ketinggiannya cuma 200 Mdpl, namun Glee Geunteng cukup membuat keringat kami mengucur dengan deras. Betapa tidak, gunung yang menyajikan pemandangan kota Banda Aceh dari ketinggian ini memiliki kemiringan 60-80 derajat.
Akhirnya, sekitar satu jam perjalanan mendaki, yang sempat puluhan kali berhenti karena kelelahan, kami sampai di puncak gunung. Di atas puncak kami mendapati sebuah tower pemancar serta satu bangunan yang masih berdiri kokoh. Tidak jelas tower pemancar dan bangunan tersebut berfungsi untuk apa. Sekilas, keberadaanya terlihat seperti sudah lama ditinggalkan.
Kami memutuskan untuk memilih bersantai di samping bangunan itu. Sembari melepas lelah, dan membiarkan keringat kering dihapus angin, saya memanjakan mata dengan melihat ke seluruh penjuru kota yang terhidang indah.
Di waktu senja tiba, puncak glee geunteng benar-benar menawan. Rumput ilalang yang tumbuh disekitar puncak gunung dibuat menari-nari oleh angin sore, seakan memberi tanda menyambut kedatangan kami. dari atas puncak, pesona Banda Aceh tampak begitu indah. Dibalut warna kuning keemasan, bercambur birunya langit sore, membuat wajah Kutaraja semakin mempesona.
Senja tak bisa ditahan untuk pulang ke peraduannya. Pun begitu juga dengan burung-burung pemakan padi, yang berburu makanan di sawah yang tertanam rapi di bawah kaki gunung. Mereka tak mau singgah berlama-lama dipematang sawah sebab hari kian gelap. Pulanglah burung-burung yang berburu makanan secara berkelompok tersebut menuju sarangnya.
Perlahan-lahan lampu dari tiap rumah mulai hidup satu persatu. Demikian juga dengan lampu jalan, lampu-lampu toko juga ikut bersahut-sahutan menyala menerangi Banda Aceh dari segala penjuru.
Matahari perlahan terbenam dalam pelukan malam. Wajah Banda Aceh samar-samar terlihat ikut berganti. Tampak dari seluruh penjuru Kutaraja, kerlap-kerlip lampu menyelimuti kota yang sudah berumur tua ini.
Dari puncak Glee Geunteng wajah Banda Aceh dihujani ribuan cahaya. Indah! inilah kata yang terbesit dihati saya ketika pertama sekali menyaksikannya.
Mendaki Glee Geunteng menjadi sebuah alternatif lain untuk mengisi liburan di kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Lokasinya yang mudah ditempuh, alamnya yang masih asri, dan tentu saja keindahan ribuan cahaya lampu kala malam, suasana begini saya yakin bisa membuat Anda nyaman untuk bersantai di Glee Geunteng.
Kalau Anda tertarik untuk mendaki Glee Geunteng, jangan lupa membawa bekal minuman serta makanan yang cukup. Sebab, di atas puncak tidak ada warung yang menyediakan itu semua. Percayalah.
Dan yang terlebih penting, jangan membuang sampah digunung! Sampah bekas makanan, bungkusan plastik, botol minuman, bungkus rokok, serta puntung rokok sebisa mungkin tolong Anda bawa turun kembali. Keindahan Glee Geunteng pasti akan sirna kalau sampah bertaburan di sana. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi, maka sudah sepatutnya keindahan dari Glee Geunteng kita jaga bersama-sama.
Source: http://www.acehkita.com/

Saturday, 3 January 2015

Hilangnya Jilbab Cut Nyak Din dan Strategi VOC Belanda Jauhkan Orang Indonesia Dari Agama Islam





Banda Aceh - Pemerintah Sekuler banyak sesatkan Sejarah Aceh untuk melemahkan Generasi.
Seorang Penulis buku yang menemukan foto aslinya Cut Nyak Din dari negara penjajah adalah sosok muslimah yang menutup aurat.

Jahatnya skenario kaum penjajah terus ditanamkan kepada anak-anak bangsa Aceh, sehingga sejarahpun diplintirkan dan disuguhkan dengan bahasa yang manis, bahkan masuk menjadi memori yang tidak akan terlupakan, pelajaran sejarah di negeri kapitalis.

Dalam pelajaran sejarah, banyak pahlawan perempuan Aceh yang digambarkan bersanggul, seperti Cut Nyak Din, Cut Meutia, dan Panglima Laksamana Malahayati.

Aceh barangkali satu-satunya di dunia ini yang punya Angkatan Laut dipimpin perempuan, dan masih banyak lagi pahlawan-pahlawan perempuan aceh lainnya.

Saking alerginya pemerintah sekuler pada Islam yang benar, foto seorang muslimah yang menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya sanggup mereka rubah menjadi gambar wanita yang terbuka auratnya, walaupun itu seorang wanita pahlawan nasional sekalipun.

Lihatlah foto asli ini dan lihatlah apa yang dilakukan sekuleris dengan gambar-gambar beliau di buku-buku pelajaran sejarah.

Disini terlihat jelas, dibawah sistem sekuler, negara bukannya melindungi dan memurnikan akidah umat, tapi justru jadi biang perusakan akidah umat.

Kita mengetahui juga bagaimana upaya VOC dan Belanda, untuk menekan kekuatan iman masyarakat Aceh. Mereka mengirim para misionaris, untuk mengusik keimanan masyarakat Aceh yang telah mengkristal dengan islamnya.

Di pemerintahan Orde Baru, yang memulai jalan sekulerisasi di seluruh bidang, menekan masyarakat untuk tidak membangkitkan nilai-nilai keislaman yang tinggi. Akibatnya, masyarakat Aceh sempat luntur keimanan mereka kepada Allah.

Namun, kekuatan iman yg begitu kristal itu tetap saja terus melahirkan hasil. Salah satunya, upaya Aceh untuk membumikan islam sebagai syariat manusia, telah diupayakan. Meskipun campur tangan sekuler tetap terlibat didalamnya.

Source: Seuramo Mekkah

Aceh Larang Rayakan Tahun Baru

Antusias masyarakat terlihat ramai diberbagai titik simpang di Banda aceh  pada malam pergantian tahun 2014 menuju 2015 pada malam kamis 31 Desember 2014.

Walaupun pemerintah kota Banda Aceh sudah jauh – jauh hari melarang merayakannya , Aceh umunya dan Banda  Aceh khususnya memang tidak di perboleh untuk merayakan hari pergantian tahun tersebut.

 “Lebih kurang empat ratus orang di kerahkan untuk menjaga ketertiban,dari berbagai elemen, TNi, Polisi, Sat Lantas, Brimob dan Satpol pp", ungkap Ajer saat di wawancarai di sela – sela ia sedang menjalani tugas.

Jika ada hal – hal yang tidak di inginkan kami langsung mengambil tindakan ungkap seorang petugas satpol pp Nazroel saat di wawancarai dengan terpisah,

“Kerumunan saja kami melarangnya apalagi membakar petasan” nambahnya.
Mengingat di Aceh umumya dan Banda Aceh khususnya merupakan mayoritas masyarakatnya islam yang tidak di bolehkan untuk yang hura – hura.



Fahzian aldevan

Tuesday, 30 December 2014

Aceh Smart City Seminar IT Nasional Banda Aceh

Komunikasi gratis tanpa batas, atau juga kita bisa bilang gratis sms telponan dan sebagainya. Sudah Saat nya masyarakat Merdeka atau bebas dalam hal komunikai. Dalam hal ini Sagoe.net dan berserta Komunitas IT yang ada di aceh Membuat sebuah acara yang di adakan pada tanggal 25 januari 2015 di Aceh. Acara Ini dihadiri Oleh Pakar Telematika Indonesia yaitu "Onno W. Purbo" dan masalah yang akan di bahas yaitu Open BTS "Komunikasi Gratis Tanpa Batas"
Yang mau Mendaftar Silahkan Kunjungi www.sagoe.net

Apa itu Open BTS?

OpenBTS (Open Source Base Transceiver Station) adalah sebuah BTS GSM berbasis software open source, yang memungkinkan handphone GSM untuk menelepon tanpa menggunakan jaringan operator selular. OpenBTS dikenal sebagai implementasi open source pertama dari protokol standard industri GSM.
Untuk daya pancar 100mW, perkiraan harga sekitar Rp. 15-25 juta / buah, jauh di bawah BTS Selular biasa yang biasanya dalam orde ratusan juta hingga beberapa Milyard rupiah.
Ketakutan utama biasanya bukan di teknologi tapi justru di regulasi (menyedihkan memang).

Apakah Open BTS itu Ilegall?

Heran, regulator di Indonesia itu naif apa zalim ya? Sampai berani bilang sebuah teknologi yang sifatnya netral sebagai barang ilegal. Ibarat pisau, apakah pisau ilegal? jelas pisau bukan barang ilegal kan? Hal yang sama dengan OpenBTS, ini adalah sebuah teknologi bahkan bisa digunakan oleh Operator selular biasa. Lho kok disebut ilegal?
Akibat pernyataan seperti itu lumayan fatal dan membuat kita miris, seperti,
Beberapa mahasiswa takut tugas akhir OpenBTS karena takut di tangkap aparat barangkali?
Beberapa dosen di perguruan MELARANG mahasiswa-nya untuk tugas akhir OpenBTS.
Bisa jadi kalau kebablasan ini dibiarkan, bukan mustahil lama kelamaan bangsa ini jadi bodoh karena teknologi "break through" mungkin akan di anggap Najis & Haram!
Mungkin kebanyakan Regulator, komentarnya tidak jauh dari “Rakyat WAJIB tunduk peraturan, WAJIB minta ijin, WAJIB bayar pajak, WAJIB punya lisensi, WAJIB A, WAJIB B, WAJIB C diluar itu ILEGAL”. Tidak banyak regulator yang memberdayakan, seperti, “Rakyat HAK anda menjadi pandai, HAK memperoleh informasi, HAK akses telekomunikasi, HAK A, HAK B, HAK C”. Lebih keren lagi kalau Regulator berani bicara, “Silahkan kami di tuntut kalau tidak bisa memenuhi HAK ASASI MANUSIA dan HAK RAKYAT”.

Aturan Buatan Manusia Bukan TUHAN

Yang lebih mengerikan lagi, Regulator di Indonesia sering kali melihat "aturan" seperti sesuatu yang fix yang dibuat oleh TUHAN. Aturan adalah harga mati, tidak bisa di tawar dengan alasan ini di atur secara internasional dll.
Yang lebih menyedihkan lagi, sering sekali Regulator BERSEMBUNYI di balik aturan, ini terutama terjadi saat debat publik (terus terang saya paling sebel kalau debat dengan birokrat / regulator model ini). Seakan-akan aturan itu SESUATU sekali.
Padahal kenyataan hidup di dunia ini
  • Aturan itu buatan manusia, tidak ada buatan manusia yang sempurna.
  • Aturan biasanya dibuat untuk tujuan tertentu. Tujuan tersebut belum tentu berpihak pada rakyat banyak, kadang lebih berpihak pada operato / investor / pendapatan negara.
  • Aturan karena keterbatasan asumsi & pengetahuan pembuatnya, bisa salah dengan berjalannya waktu.
  • Aturan itu di jamin cepat kadaluarsa apalagi di dunia teknologi yang perkembangannya demikian cepat,
  • Aturan BISA berubah dan diubah oleh kita, contoh Kisah Pembebasan Frekuensi 2.4GHz di Indonesia.
Biasanya seorang teknokrat (bukan birokrat) & negarawan yang baik akan tanggap terhadap perubahan ini supaya bisa semaksimal mungkin dapat di eksploitasi manfaatnya bagi kesejahteraan bangsa. Hanya saja, nampaknya, kebanyakan pemegang pemerintahan hari ini bukan kategori ini.

 

Friday, 26 December 2014

10 Tahun Tsunami Masyarakat Ramaikan Siron


Ratusan masyarakat Aceh mengelar doa dan zikir bersama di kuburan Masal Siron Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Jum’at 26 Desember 2014.
Acara ini dalam rangka memperingati 10 tahun Tsunami, yang terjadi pada Minggu 26 desember 2004 yang lalu.
Kuburan Masal siron ini merupakan korban gempa dan Tsunami pada tahun 2004 yang lalu yang melanda Aceh, Tercatat sebanyak 46.718 jiwa korban gempa dan Tsunami ada di kuburan masal Siron ini.
Berbagai kalangan hadir dalam memberikan doa pada korban gempa dan Tsunami di kuburan masal ini ,baik dari sanak keluarga ,kerabat dan hadir berbagai wartawan nasional dan internasional untuk meliput secara live acara 10 tahun Tsunami ini.

Himas FKIP Unsyiah Doa Bersama

Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah, melakukan zikir dan Doa bersama dalam rangka memperingati 10 tahun Tsunami Aceh di Kuburan Masal Siron, kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, senin 26 Desember 2014.

Kepala Bidang Humas Himpunan Mahasiswa Sejarah, Maisal Gusri Daulay sebagai ketua panitia acara zikir dan doa bersama ini mengatakan sebanyak 20 (dua puluh) mahasiswa sejarah ikut berpatisipasi pada acara ini, mareka berasal dari berbagai daerah yang sebagaiannya juga pernah merasakan keganasan Tsunami pada 26 Desember 2004 yang lalu.

Beliau juga menambahkan, Negara luar saja sangat peduli  akan Aceh tapi masyarakat sendiri tidak maksimal menjaganya khususnya kaula Muda Aceh, yang sebenarnya Aceh kental dengan keIslamannya.

Kegiatan ini selain untuk mendoakan korban yang terkena musibah dan mengenang peristiwa tersebut sebagai renungan untuk dijadikan pelajaran kedepan juga untuk mempererat silaturahmi antara sesama mahasiswa Sejarah.

Ketua umum Himas Geubrina Riski F mengatakan kegiatan zikir dan doa bersama ini dipimpin oleh Tgk Nufus yang juga alumni dari pendidikan Sejarah.
”Harapanya kedepan doa bersama ini bukan saja dilakukan oleh masyarakat pada hari peringatan Tsunami, tapi kalau bisa rutin dilaksanakan dan juga fasilitas – fasilitas pada kuburan masal juga harusnya di tambah lebih banyak lagi,” Ujarnya dalam wawancara.

Sepuluh tahun sudah cukup untuk Aceh meratapi akan keganasan Tsunami, sekarang mari kita bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan menjadikan Tsunami sebagai pelajaran akan teguran tuhan untuk manusia itu memang ada.

Dengan adanya zikir dan doa berama ini diharapkan kita masyarakat Aceh tidak pernah melupakan Tsunami sebagai sejarah besar yang pernah terjadi di Aceh dan juga dapat diambil hikmah sebagai pelajaran kedepan.


Fahzian Aldevan

Wednesday, 24 December 2014

3.929 TNI-Polri Amankan Kunjungan JK di Aceh

                                                                       Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Aceh menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin peringatan 10 tahun tsunami, mendapat pengamanan ketat aparat. 

Sebanyak 3.929 TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan JK selama dua hari di sana. 

Wakil Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Letkol Budi Haryono mengatakan, personel diterjunkan terdiri dari 2.493 TNI Angkatan Darat, 66 TNI Angkatan Laut, 170 TNI Angkatan Udara dan 1.200 Polri. "Total semua ada 3.929 personel.

”katanya kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (24/12/2014). Kendaraan taktis militer, seperti anoa, baracuda hingga water canon ikut dikerahkan. “Pasukan sniper juga ada sudah kita siapkan dari masing-masing kesatuan, dari TNI ada dari Polri juga ada,” ujarnya. 

Dia menambahkan, pengamanan dilakukan tiga lapis, ring pertama oleh Paspampres, ring kedua dan ketiga ditangani Kodam Iskandar Muda. 

Adapun sasaran pengaman selain jalur dilewati JK, juga Hotel Hermes Palace sebagai penginapannya selama di Banda Aceh. Selanjutnya, lokasi acara yakni Lapangan Blang Padang dan Masjid Raya Baiturrahman. Lokasi tersebut akan segera disterilkan. 

Budi mengaku tidak ada jalan yang ditutup pada hari H kunjungan JK. Pasukan pengamanan sudah dipersiapkan sejak dua hari lalu. JK dijadwalkan tiba di Aceh, Kamis, 25 Desember sore besok melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Malamnya dia diagendakan mengikuti zikir dan doa bersama 10 tahun tsunami di Masjid Raya Baiturrahman. 

JK bakal memimpin upacara refleksi tsunami di Lapangan Blang Pada. Budi mengatakan, pihaknya bersama Humas Pemerintah Aceh sedang menyeleksi para jurnalis yang akan meliput langsung upacara peringatan 10 tahun tsunami tersebut. “Wartawan media asing yang mau meliput harus melapor dulu ke Kementerian Luar Negeri, kalau media lokal dan nasional cukup kasih salinan surat tugas dari redaksi saja ke kami,” sebutnya.

sumber: okezone.com 
editor : fahzian aldevan

Banjir Kembali Porak-Porandakan Aceh

Jakarta - Bencana banjir terjadi di 7 Kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di Aceh Timur, banjir membuat Jalan Banda Aceh-Medan tak bisa dilalui sejak Selasa (23/12) kemarin. Hanya truk atau kendaraan besar yang bisa lewat.

"Di Jalan Banda Aceh-Medan nggak bisa dilewati mobil. Kalau lewat mogok. Ojek tenggelam, yang bisa lewat cuma truk atau bus," kata salah seorang warga Khairatul Ulya (24), saat dihubungi, Rabu (24/12/2014).

Khairatul Ulya atau disapa Lia tinggal di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur dekat Jalan Banda Aceh-Medan. Menurutnya, jalan besar yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara itu tergenang banjir terjadi sejak Selasa (23/12) kemarin.

"Di samping jalan banjirnya lebih tinggi, sedada," ujar wanita yang bekerja di Puskesmas itu.

Menurut Lia, banjir di Peureulak sudah terjadi sejak Senin (22/12) akibat luapan Sungai Peureulak juga intensitas hujan yang tinggi dan tak kunjung berhenti. Sungai yang meluap itu merendam Jalan Banda Aceh-Medan sehingga tak bisa dilewati.

"Kemarin sudah surut. Tadi malam pukul 02.00 WIB mulai tinggi lagi, lebih parah dari yang kemarin. Hujan 24 jam nggak berhenti, sekarang ya masih hujan," ucapnya pukul 20.15 WIB.

"Warga rata-rata mengungsi ke masjid atau rumah saudara, ada juga rumah sakit. Saya alhamdulillah nggak ngungsi. Tinggi se-paha tapi ada tingkat dua," ucapnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, merilis ada 7 kabupaten di Aceh yang terendam banjir sejak Minggu (21/12). Banjir merendam 73 kecamatan di 7 kabupaten yaitu Kab. Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Pidie, Lhokseumawe, dan Banda Aceh.

Daerah yang parah terendam banjir adalah di Aceh Timur dan Aceh Utara yang mencapai tinggi 50-400 cm. Data sementara yang dihimpun oleh BPBD, jumlah pengungsi mencapai 120.966 jiwa atau 20.570 KK.


SUMBER: Detik.com